~sudut Cahaya

Ada yang melihatnya terang menimbulkan rasa tenang

Jalan yang gelap jadi terang

Sayang terlalu terang kesilauan


Ada yang melihatnya terang bertukar suram

Kecil menjadi kecil

kemudian hilang

dan tertinggal dalam kesamaran


Ada yang dalam pencarian tak bertemu

teraba-raba dalam kegelapan

Jalan yang luas tak pernah jelas


Sudut cahaya yang mana

datanglah hadirkan rasa tenang

biar jalan ini jadi senang





Flickr

Hukuman Tuhan ; tentang temanku R ..(2)

sekali lagi aku sambung kisah ini ... mungkin kerna kisah ini dekat di hati aku ...tentang temanku R ...

terlebih dahulu terima kasih kepada semua yang telah mengikuti kisah ini di entri yang lepas ...aku sangat menghargai respon kalian ...

aku hanya ingin bercerita serba sedikit tentang R...kerna kisah-kisahnya menghidupkan jiwaku, biarkan sakitnya membunuh jiwanya. tapi aku secara jujur terkesan dengan keadaan ini.

R masih belum pulih...tapi yang lebih menyayat hati bila di dalam kumpulan ramai dan di mata-mata awam, dia kelihatan segar, hidup, dan tersenyum ... tapi jika di pandang terus ke matanya saat itu, senyumannya tiada di mata itu, dia layu, dan hatinya rapuh... senyuman itu hanya lakonan, kerna semua orang tak tahu tentang sakitnya ...

R sedaya mungkin terus menghindar dari terus-terusan berjumpa orang lain...kerna dia malu. walaupun di mata kasar orang lain tak kan nampak jelas sakitnya, tapi R sudah terlalu menyendiri lewat ini.

bila dia bertemu dengan orang lain, atau rakan-rakannya, ramai akan kata

"R dah slim lah skrg, diet ker?"

"R, wahhh dan kurus nampak ..."

R hanya tersenyum, tapi hanya dia yg tahu, dia bukan diet untuk slim, bukan kurus untuk cantik... tapi badannya semakin menyusut kerna sakitnya ...

...

ada banyak yang berlaku pada diri R yang sukar aku jelaskan tentang sakitnya itu ...aku tak tahu macam mana ayat yang tepat untuk menggambarkan ...

adakah ini benar perbuatan khianat dari manusia lain yang dengki?

atau benar ini hanya Hukuman Tuhan ...?

atau keduanya sekali ....



ya Allah, Maha Pencipta...dariMu kami bermula, kepadaMu kami berserah hidup ..maka aku hambamu, panjatkan Doa ini, ampunkan dosa-dosa kami ...jauhkan kami dari azabMu, kerna di duniaMu ini rasanya terlalu berat untuk kami tanggung, maka entah apakan lagi saat akhirat nanti ...ampunkanlah dosa-dosa kami... mohon dengan sangat ...



nota: jika teman-teman blogger masih ingat entri yang lebih lama dulu, bertajuk 'Hodoh'... sebenarnya itu adalah nukilanku tentang nasib R ...

rujuk > 'Hodoh'

hukuman Tuhan ...

Benarkah jika Hukuman Tuhan ditempiaskan sedikit di dunia ini bermakna dosa itu sedikit diringankan?

Beberapa bulan kebelakangan ini aku memerhatikan sesuatu yang membuka hatiku, sedikit lebih memahami dunia, tetapi semakin aku dihujani soalan-soalan tak terjawab.
Seorang teman dekat aku diberikan ujian dari Tuhan, yang aku rasakan berat untuk aku pandang, maka lebih berat diri yang memikul.

Teman aku itu, R, tiba-tiba diserangi satu penyakit sejak beberapa bulan yang lepas. Penyakit yang ganjil. R telah turun naik hospital, klinik, pakar, serta telah berjumpa banyak doctor untuk masalah penyakitnya, sudah banyak beribu wang ringgit digunakan dalam proses mengubati ini, namun sehingga kini penyakit itu belum sembuh lagi, malah kelihatan lebih teruk.

R dulu seorang yang agak biasa seperi orang lain, namun kini dia semakin menyisih dari dunia kerana penyakitnya. R menjadi seorang yang terlalu menyendiri. Dia bersembunyi di biliknya, bergelap, menangis di hujung malam di sudut biliknya. Menutup mukanya dengan bantal, menangis agar tak didengari. tapi kesakitan itu dirasa oleh orang-orang yang dekat dengannya, keluarga dan aku. Tapi tak sedikitpun dikongsinya perasaan itu. Oleh itu dia bersendiri. Termenung dengan nasibnya. Teman-teman yang lain semua tak pernah mengetahui sakitnya itu.

Kelurganya membawa dia pergi berubat cara kampung, berjumpa ustaz-ustaz yang pandai mengubat, malah berjumpa bomoh walaupun R tidak bersetuju cara itu, tapi keluarganya sudah puts akal. Menurut cara alternatif ini, penyakit R ilah buatn orang yang tidak senang dengannya. Membuat aku terfikir, apakah benar perkara ini boleh terjadi? Adakah itu buatan orang yang dengki?

Aku dekati teman yang aku sayangi ini, kata padanya,

Aku “ R percaya kah semua ini sebab buatan orang yang dengki?”

Jawapan R menyentuh hati aku,

R “Ini hukuman Tuhan, atas dosa-dosaku.”

Dia masih menangis di malam-malam harinya.


Aku doa dengan sepenuh hatiku, jika ini balasan Tuhan, aku mohon ampunkan dosa-dosa itu, kurangkan derita itu...

~satu garisan _________________

Dengan kapur putih

gariskan satu garisan halus

membentangi di atas muka datar hitam

Kini aku di kiri dan melihat kanan

nyata ini adalah dasar yang sama

cuma dibezakan sini dan sana

Dibelengu dengan niat

namun kaki berdiri tetap

Garis itu jelas

hanya selangkah kaki

akan membezakan kedudukan

Di sini aku bukan siapa-siapa

akan menjadi sesuatukah jika aku ke sana

Mendekati garisan itu

dengan hujung kaki

memadam jejak garisan kapur

dari satu titik ke hujung

Kini tiada sini dan sana lagi

Tak perlu membuat pilihan

wahai Melayu ...


jagalah bahasamu wahai Melayu
jangan kau nodai
dengan kata kesat biar kala kau membenci
biar lembut dalam caci
kerna santun Melayu itu Bahasa
binasa kita mengotorinya
pujangga tinggalan nenek moyang
yang dulu bergurindam seloka
berpuisi pantun pembuka bicara
bila kala merisik si anak dara
juga kala si teruna mengacu kerisnya
sedang maruah Melayu itu bicara
tersimpul adat sopannya
teratur suku dan kata
berfikir sebelum luah
jangan derhaka pada bahasa

Adi Putra ; mungkin tanda kecil atas besar nikmatNya


Beberapa hari ini asyik tertengok siaran ulangan satu rancangan TV yang menjemput bertamu seorang kanak-kanak hebat akalnya - Adi putra.

Cerita tentang dia ini bukan asing dalam negara kita, sejak tahun-tahun yang sudah lagi negara seakan dikejutkan dengan anugerah Tuhan padanya… aku juga kagum, sebegitu sempurna ciptaan Tuhan..Membuat aku terfikir, mana datangnya fikiran sebegitu dari kanal-kanak sekecil dan secomel dia… kepetahannya dan amat teratur kata-kata melayunya berbicara.. Pastilah itu anugerah dari yang Esa..


Allah akan turun sesuatu itu bersebab…macam mana Dia turunkan rezeki,menikmati dan bersyukurlah…kenapa Dia turunkan bala, bukalah panca mengenal tandaNya…


Di takdirNYa kanak-kanak lahir bertali pusat menangis di celah-celah sampah, masih berbau darah rahim ibunya…kenapa perlu malangkan insan tak berdosa? Sesungguhnya Allah tidak suka-suka buat bayi itu hina, tapi pastinya itu pengajaran bagi mereka-mereka yang celik rasa, maka beruntunglah yang merasa, maka jahilnya yang buta rasa…


Di takdirkanNya kanak-kanak biasa seperti Adi Putra, lengkap berkeluarga sempurna, malah lengkap akalnya melebihi tahap luarbiasa… kenapa kelebihan itu di berikan padanya? Adakah semata-mata untuk di beri penghargaan dan pujian jatuh beribu…adakah cukup untuk kita mengagumi saja?

Pastinya kita tak ada kebolehan seperti Adi Putra, tapi cukupkan kita tumpang bersorak saja?


Atau belajar sesuatu darinya? Bukan mendalami ilmu luar biasa itu, mungkin itu tidak di azalikan untuk kita, tapi mungkin belajar dari sudut berbeza.


Mungkin ada betulnya, melayu tidak gemar matematik, mungkin juga selalu saja memperli bahasa Inggeris-

'bahasa si penjajah,buat apa nak mengagungkannya sangat' ,

'matemetik memang makanan orang cina saja'

'Sains dan matematik memang susah, nak buat macam mana...'


,Melayu nak buat apa? ...


Juga kita ini selalu berpegang kuat pada suara keislaman, sedang anggota zahir dan batin lalai mengerjakan suruhannya…(aku berkata untuk diriku juga, sedang aku sedar kelekaan aku yang masih ada), ramai suka memekik sini saja, gunakan nama suci Dia 'Allahuakbar'..tapi apa nawaitunya? Kadang-kadang sering terdengar ayat sesuci itu digunakan pada masa-masa yang langsung tak kena…


Banyak cita-cita Adi Putra itu, yang ingin dia lakukan untuk Islam,untuk negara Islam, satelit password al-Quran dan sebagainya..memang kedengaran agak susah ingin percaya, bolehkah dia, kadang-kadang intelektual saja bukan sandaran untuk mampu melakukan sesuatu yang sukar di laksanakan seperti mempunyai satelit sendiri..tapi ini kata-kata ikhlas dari jiwa mudanya, besar dan tinggi harap untuk sesuatu yang dia anggap suci,agamanya. Bagi aku tak kisahlah ia berjaya atau tidak kelak, tapi itu lah nawaitunya, .. Sekurang-kurangnya itu nawaitu yang tepat bagi aku jika digunakan atas nama suciNya, ..dan biar izin yang Esa saja menentukannya.


Tidak kah sedikit sebanyak keajaiban Tuhan, seperti Adi Putra ini melintaskan dalam hati, melayu perlu buat sesuatu untuk berubah? Bukan saja melayu tapi kita manusia-manusia yang selalu mencari alasan, selalu bernawaitu ke atas yang bukan-bukan, membuat 'perjuangan' yang sia-sia, perhimpunan itu ini yang mengunakan suci namaNya…tak malukah kita pada Dia? Sedang yang dilakukan itu langsung tak ke jalanNya.


Tuhan tak turunkan sesuatu itu saja-saja-maka belajar lah sesuatu daripadanya...


Kadang-kadang kita perlu belajar dari seremeh dan sekecil perkara, untuk faham keseluruhannya...


**********************************************************************************


salam indah , Lavenderwind



**flickr


puisi ilham : Adi Putra

Puisi dari si comel berfikiran jauh ..Adi Putra

**flickr

Akulah ADi PUTRA
MELAYU tidak pernah lupa

Duduk di Tahun Satu,….rasanya tersiksa…!!!
Tiada siapa peduli…tetapi, Aku bisa bedakan…
Ilmu Allah bagi…Dan ilmu diajar guru,
Bermula dengan A,B,C….One,Two,Three…Alif,Ba,Ta…

Di mana Billion, kemana perginya Trillion,
Di mana Tahfiz Al Quran,
Di mana Doa-Doa Para Nabi, Para Wali,
Untuk apa aku di sini???
Aku berfikir RASIONAL...Aku berfikir INTERNASIONAL!

Pandai aku,..Bijak aku,…Comel aku
Hanya untuk di TONTON, di UJI dan di PUJI
Aku MALU….alangkah RUGINYA mereka.

Untuk apa semua ini??? Di mana MATA HATI Mereka???
PUJIAN biarlah bertempat,..MARAH biarlah bersopan,..
KURANG AJAR biarlah berbudi bahasa.

TERSIRAT mereka tak nampak…
TERSURAT saja mereka lihat…Di mana silapnya???

Rasullulah Pemimpin Ummah,..HEBATnya Baginda!
Pimpinlah Aku…Doakanlah Aku…

Aku punya Cita-Cita…Aku punya Idola…
Barangkali aku kecil…Mereka hanya Ketawa…

Allah Maha Perkasa,
Tahfiz Quran itu HEBAT,
Hafaz Yassin itu PENERANG HATI.
Matematik itu TUNJANG ILMU.

Ayuh! Bangsaku…Bangunlah!!
Kita BERTEMANKAN ISLAM,
Kita PENUHKAN ILMU di dada,
Kita TEGAKKAN BANGSA MELAYU,
Kita JADIKAN MELAYU HEBAT!!
DI PERSADA DUNIA…
BERSAMAKU…ADI PUTRA!
AKULAH MODAL INSAN
ANAK MELAYU GLOKAL

TAKKAN MELAYU HILANG DI DUNIA…

Hodoh

Hodoh
(di lubuk persembunyian)

Besembunyi dalam lubuk sepi
berkawan dengan sisi gelap
bersendiri meratap nasib
kekurangan yang memalukan
tiada ruang kesempurnaan
Suatu persembunyian halus
bagi jiwa tandus
Kala panca menilai sudut sempurna
tidak diri punya apa-apa
malah kelihatan hina
dipandang sinis mata-mata
tidak setanding siapa-siapa
Pergi! jangan lagi sakiti
jiwa yang telah lama mati
serta tubuh hancur perih
dan hati dilulur caci
Pergi!!
Jangan kunjungi lubuk ini
Jangan simpati
Suratan permintaan dunia
Kemenangan hanya pada yang cantik
dan kekalahan si hodoh ini azali


**flickr

~~tolong Alya ...

Salam…
Sebelum itu aku aku ingin mohon maaf pada teman-teman yang berutus email denganku lavenderwind@ymail.com namun lewat ini terlambat aku membalas…
Seorang teman Alya(bukan nama sebenar), telah berkongsi ceritanya padaku... akau tahu tidak tinggi harapannya untuk masalah personalnya itu diselesaikan hanya dengan kata-kataku, kerna aku tahu dia sekadar ingin berkogsi rasa meluah, bila ada yang mendengar dia rasa Alya rasa lebih segar…

Aku katakan padanya, sudi kiranya aku ajukan cerita ini di lamanku, buat teman lain alam maya ini, mungkin ada yang sudi berkongsi rasa, nasihat, komen, atau bersama berkongsi cerita….Alya bersetuju.



Email ke-2 (Alya berkongsi cerita)
... pertunangan ini telah berusia setahun, begini jadi pula… alya sudah pastikan kesahihan hubungan Hairi(tunang alya) dengan wanita lain…hairi tak mengaku secara terang tapi hanya buat statement
“sabar, kalau sayang sygkan abg, tunggu abg k. biar abg berfikir”
Keluargnya sudah agak marah dengan tindakannya yang masih menundakan perkahwinan, apatah lagi keluarga alya…dulu segalanya indah, sekarang …
…kenapa alya mcm si bodoh yg mnanti katas putus, perlu tunggu berapa lama lagi, setahun lagi? Kalau keputusannya berpisah setelah sebegini rupa alya berkorban rasa…. Tapi kenapa alya tak mampu berkata-kata depannya, spt mengiyakan saja pilihannya…tapi dalam hati ini, alya tak tahan …


Email ke-3 (alya membalas cebisan komenku)
….sampai saat ni kami masih tak berbincang lagi, alya telah cuba, bermacam alasannya. Alya syg dia, bukan niat hendak cepat memilikinya, tapi dia hak alya, cinta alya, alya tak sanggup kehilangan dia…
…lebih menyedihkan hati, keadaan in telah membuat pertengkaran hairi dan keluarganya, malah ayahnya sediri menyatakan, jika hairi masih berperangai sebegitu, jgn pernah mengaku keluarganya…
…sampai begini sekali kesan keadaan ini, dan alya tak tahu apa yang hairi lakukan ini, dia keluar dgn perempuan itu, berbelana untuknya, ..jika benar itu pilihannya, beri alya kata putus, tapi hairi hanya mengelak alya, dan selalu minta alya bersabar menunggu jawapannya….alya tak faham…



REPLY EMAIL_LAVENDERWIND (cebisan email dari aku)
…. Walau kedengaran terlalu selalu, tapi ini mungkin benar pada sesetengah kita
‘menyintai tak semestinya memiliki’ …memiliki jugak tak semestinya memenangi hatinya… kadang-kadang hati yang terlalu keras rasa cinta ini yang memaksa kita setia menanti tanpa banyak bicara, hati yang tulus ini kita kuatkan agar menjadi pencinta yang setia… mungkin ada silapnya rasa ini, mungkin itu menghadkan fikiran waras kita…
Perlukah dan berbaloikah penantian 2 atau 3 tahun lagi untuk bila hanya menunggu dia akhirnya katakan ‘PUTUS’ … ? jika itu boleh dilakukan hari ini, waktu ini, kenapa perlu abaikan waktu 1 hari lagi, kerna menunggu esok itu menundakan lagi jawapan …
Ini sekadar cebisan kata-kata aku, buka untuk merasukmu mengikuti, tapi aku berharap alya berfikir yang terbaik untuk semua …


Email ke -4/5
… alya ajak dia jumpa semalam, tapi dia tak nak, sibuk kononnya…maka alya nekad , alya SMS


ALYA :
PUTUSKAN PERTUNANGAN INI UNTUK BEBAIKAN SEMUA. ABG TOLONGLAH, UNTUK ABAH ABG DAN UTK FMILY ALYA. ALYA REDHA.


HAIRI :
ABG TAHU ALYA TERSEKSA, JUJUR ABANG MASIH SAYANG ALYA, TAPI ..ABG RAGU, COZ KALAU CINTA ABG HANYA UNTUK ALYA, KENAPA ABANG JATUH CINTA PADA DIA?


… persoalan itu menyentak hati alya...sekali lagi dia membuat alya rasa kata-katanya ada benar


ALYA :
TP ABG GANTUNGKAN RASA LYA, ABG BERI LYA KATA PUTUS, APA MAKNA HUBUNGAN INI LAGI. APA MAKNA LYA TUNGGU ABG LAGI?


HAIRI:
TOLONG LYA, TOLONG TUNGGU ABG. BERI WAKTU. HINGGA ABG BEGITU PASTI. I AM SORRY, I DON’T MEAN 2 DO THIS 2 U, ABG BINGUNG SKRG, ABAH TAK BERTEGUR DGN ABG, ABG TAU IBUABAH LYA PUN MARAH KAT ABG. ABG TAK BUTA, TAK PEKAK UNTUK FAHAM SEMUA NI, TAPI UNTUK KEHILANGAN LYA, ABG TAK MAHU

ALYA :
APA MAKNA LYA ABG, KALAU ABG ADA DIA ? ABG MAHU LYA, TAPI JUMPA LYA PUN TAK, BINCANG TAK, TAPI DENGAN DIA? ABG TAK KESAH SPEND UR TIME WITH HER,MEMAHAMI SGT KE DIA? ..APA KURANG LYA, KALAU ABG TAK BERI KESEMPATAN TU? …LYA NI APA ABG? ABG NAK LYA UNTUK APA?

HAIRI:
SORRY. ABG TAK TAHU LYA … TOLONG BERI ABG WAKTU.


..itu sms terakhir kami, ...



******************************************************************************


Kisah alya aku titipkan dalam ruang cerita ini, sekadar berkongsi ceritanya(dgn kebenaran) …mungkin cerita ini seperti cerita filem cinta yang lapuk, waktu aku edit article ini, buat aku tersenyum sendiri, inilah kehidupan, jangan bohong,tiap satu kita masing-masing mungkin ada cerita drama hidup sendiri juga.. tanpa sedar, cerita kita macam cerita lakon layar…adakah kita yang membuatnya sebegitu rupa? Hingga kita selalu berharap agar happy ending at the end. biar merana mana , akhirnya gembira.
Tapi adakah happy ending cerita alya ini dengan dia memiliki Hairi?
Atau happy ending itu bila alya melepas cintanya?
Atau happy ending itu bila alya memahami dirinya sendiri? …

Untuk alya, aku doa, alya temui jawapan terbaik...


**flickr

~buat nenek, nenda tercinta

**flick





31hb ogos 2009


aku dikejutkan dengan panggilan kampung yang telah menjemputku pulang menziarah nenek yang uzur di lewat usianya

aku menatap wajah berurat tua, dan ku cium tangan itu, memohon ampun, matanya tertutup, nafasnya di bantu alat hospital, tapi sayu hati ini, tatkala aku bisikkan di telinganya


"nenek, ini aku ..."


nenek mengenggam kembali tanganku...




01hb septermber 2009


aku sendirian di rumah kampung tempat besarku, sepi dan kosong ...mencapai pena dan secebis kertas, menulis satu puisi, di hati waktu itu; nenek tercinta ..



02hb september 2009, 2 pagi


masih tidak dapat tidur lagi, aku bersembahyang Hajat, menenangkan hati, beberapa tahun ini setiap kali aku doa untuk nenek, akanku doa biar dia panjang umur, kerna aku begitu sayang pada dia, tak sanggup rasa kehilangan itu, ...tapi entah kenapa malam itu, setelah melihat dia di hospital itu dgn umur lewat tuanya menjangkau 90 lebih ...aku rasa sayu...mungkin aku perlu relakan dia pergi, biarlah dia berehat, sudah terlalu jauh perjalanan hidupnya...


dengan sebak itu, aku doa, adar ketentuanNya adalah yang terbaik untuk nenek...




02hb september 2009, 4.20 pagi


Nenek nenda tercinta, telah kembali pada-Nya


semoga rohnya aman, aku redha bersama linangan airmata. doa ku selalu untuk nenek.


nenek, aku rindu. . . .



*************************



(puisi ini aku tulis sehari sebelum nenek menghembuskan nafas terakhir)



buat nenek; nenda tercinta

Deringan pagi yang muda itu
Mengejutkan rasaku
'nenek masuk hospital'
Terberhenti detik waktu
Wajah tua itu tersenyum dalam mindaku
Melambai aku datang
Terpangil langkah ini
Menyusuri jalan pulang
Ingin bertemu dengannya

Hospital bukan tempat kegemaranku
Dengan bau ubat yang menyengat deria
Dan bau hanyir darah
Serta imej wajah-wajah kesayuan
Jarang sekali aku ke sini
Tapi kali ini
Dijemput takdir akhirnya ke sini
Buat nenek; nenda tersayang

Kiri kanan tanganmu
Ada jarum-jarum menyalurkan hidup
Hembus nafasmu dibantu kotak-kotak mesin
Ibarat bergantung hidup
Dengan sains dan teknologi
Namun tulisan takdirmu hanya pada Dia
Maka janganlah kau berperang dengan ajal
Berkawanlah dengannya

Sebak rasa ini
Ku gengam tangan berurat tua
Maaf aku pinta
Adakah kau mendengarnya?
Aku kerinduan suaramu
Senyummu yang manis itu

Ironiknya
Suatu ketika dulu di hospital ini,
Pernah ada satu tangisan bayi
kau pernah menjenguknya
Tersenyum mendayukan lagu dodoi
Menenangkan rasa
Pasti kau mencium segar dahinya
Hari ini aku datang menjengukmu
Dalam keadaan sayu
Melihat kau di perbaringan itu
Di hopital yang sama
Dalam sejarah kelahiranku
Dan aku cium dahi tuamu
Bersama tangisan sebak
Mana lagu-lagumu?
Pulihkan rasa ini
Nenek, ini aku datang
Bukalah matamu
Lihat lah aku



pencariMu

Aku mencariMu
Dalam sudut gelap
Meraba-raba
Untuk Nur
Suluhkan jalan ini
Biar terang
Aku mahu berdiri berlari
mengejarMu
Sedang Kau tak pernah menjauh
Tetap di situ
Tapi tak jua aku sampai
Dekat padaMU
Tolong
Dengar suara ini
Aku ketakutan di sini
flickr**

tik ...tik..tik... clock is running

Once upon a time, while I’m still study, my Professor once had said …


“Things that cannot be recover …;

The stone after the throw
The word after it said
The occasion after the lose
The time after it’s gone “ ~~quote taken from my prior professor
... … … … … … …

If we wish to turn back time, for sure we’ll pick up the past mistake or mess we had did in previous, or to make thing get even better… but life doesn’t allow that to be happen. As the time passes by, the moments flow, the words remains said. There nothing that we can do to undo those.
Sometimes we tend to care so much to things that we had in the past.

“if I can turn back time …. I will ….”

“if I can change something in the past…it would be …”

“I wish to get back at the time ….”

There a lot of mess or mistake we want to pick up again and change it to be better, and maybe there were a lot of happy moment that we wish to repeat again …
We bound for the things happened in the past. Its like the flash movie lingering in our mind, continuously. Fellow, just let it go, that is why it be called memories, something that stick to be as what it was. Whatever things happen in the past, take it as something that motivate you to move on today, and tomorrow, and future that still wait in front. ..Silently the future remain mystery..


Yet, I belief no matter how much we bound for the past, and how much we eager to know what next in the future, the important part of all is Today, the present. It is the key of life; whatever we do today will give impact for the future. We create our own story base on every present day we have. so fellow, let us be wiser handle this tricky and awkward life. We have to make sure, in everything we do, it must be something that we will not regret in the future. But somehow it is OK to fail, it is OK to felt the mess, though we learn life from that.

A baby fall a lot of time before he/she start crawling , he/she cries, its hurt, but still eager to try, and again falling a lot of time even more before he/she start stand and walking, next to be running….the baby is us today…thou we learn so much…and there a lot more to be learn.

"The clock is running. Make the most of today. Time waits for no man. Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. Today is a gift. That's why it is called the present."~ Joan Rivers


~wif♥ Lavenderwind

Kisah sepohon Pokok berbuah Cinta


Di suatu sudut dunia ini
Ada sepohon pokok
dulunya rimbun
lebat daunnya
segar menghijau
menjalani kitar masa
sudah agak tinggi juga
tapi masih berbuah tiada
berbunga juga tidak
Semakin lagi lewat usianya
daun-daun pokok
…sudah jarang-jarang
Ranting kian rapuh
Saat angin meniup
tiada rimbun melambai
Hanya daun-daun
…berguguran jatuh

Suatu hari itu
ia berbunga satu
Merah jambu.
Selang waktu
membentuk sebiji buah
berbentuk Cinta
Merah warnanya.
Namun…
belum sempat ranum
angin lalu kencang
hujan mula turun
ranting buah patah
jatuh terhempas
ke muka tanah

Di bawah pokok lewat usia
buah berbentuk cinta
lantas bertukar warna
menjadi buruk dan busuk
dalam timbunan
…luruh daun-daun kering


**Flickr

Surat beralamat Tiada



Ku tulis tulisan bersulam rindu
Aku titipkan dalam hembusan bayu
Surat beralamat tiada
Terbang mencari tuan empunya
Sedang aku tahu
pada siapa surat ini kutuju
untuk dia kawan tersayang
Apa kabar kau di sana?
Pada aku di sini baik-baik saja
Pernahkah kau bertanya?
Bersama tulisan ini
aku menyampai pesan
Aku akan kembali
Pastikan kau menungguku masih
Aku akan pulang
Apakah masih kau beri aku peluang?
mengintai ruang
yang dulu aku duduki
bersama kau membina mimpi


**flickr

~Terima Kaseh ...(buat kawan-kawan yang memanggil kala hilang...)

Utusan surat aku…

Lewat Seberapa waktu ini, aku sedikit sibuk dengan dunia. Lantas telah sejenak aku tinggal kosong dan sepi laman maya Lavenderwind ini… atau mungkin juga aku membawa diri, bertafakur dalam keadaan massa kini, bersendiri dalam ramai…hingga aku kehilangan idea untuk menulis walau untuk sebuah puisi…entah mana pergi angan dan layangku…kekosongan yang aku sendiri tidak mengerti.
Aku telah jauh mengajak anganku pergi, namun masih kosong, pena di jari tidak mengalun sebarang kata… di minda juga tidak terlintas bait-bait rasa.


Perasaan apakah ini? Terasa sebegitu asing dan tersendiri…
Seperti dalam pencarian untuk sesuatu, tapi apakah itu? Kehidupan berjalan seperti tidak ada hala tujuan….sesungguhnya rasa ini lebih mati dari sepi…

Namun kadang kala aku sempat singgah melawat laman maya Lavenderwind ini, ..membaca kiriman-kiriman komen atas utusan-utusan yang sudah-sudah dulu, juga sempat membaca email kiriman teman-teman laman maya ini(

lavenderwind@ymail.com) maaf jika belum berkesempatan membalasnya....melihat kiriman-kiriman ini aku mengukir senyum...masih ada yang membaca dan berkongsi rasa rupanya....terharu, malah berterima kaseh untuk itu...

Aku titipan di sini seberapa komen di chatbox

secangkir madu merah: lavender, ku datang menziarah...kenapa sunyi dan sepi?

mrberett: menunggu waktu kembali itu

setiakasih: rindunya saat menyelusuri ruang yang kesepiannya itu suatu kemewahan yang sungguh didambakan..

aku ingin hadiahkan cuma ucapan kata terima kaseh, betapa kata-kata semudah ini mampu buat aku sangat terharu...


~hanya ayat semudah terima kaseh, membawa sebesar makna...terima kaseh selitkan rasa itu..(salam ini untuk semua)

mungkin kerna lewat rasa ini aku berhadapan dengan persoalan dunia yang tak sudah-sudah membuatkan aku selalu tertanya, pentingkan aku pada mereka-mereka di sekelilingku, apa fungsi aku di dunia ini, atau di mana kemuncak rasa kehidupan ini….atau aku sama saja ibarat debu yang berterbangan di udara, kelihatan tidak, hanya kadang mengaburi mata, menjadi alasan menunding masalah…


adakah aku menjadi siapa-siapa kepada sesiapa??

terlalu banyak keletihan minda, terlalu banyak soalan yang akhirnya aku temui lebih banyak persoalan ..

namun tatkala melihat cebisan-cebisan kata-kata teman-teman laman maya ciptaan kita semua ... aku mendapat satu rasa yang lebih segar, rupanya masih ada yang mencari kita saat diri hilang…

..who will find you if you disappear?..


mungkin kita terlalu banyak berfikir tentang makna mencari isi hidup, sering kali kita abaikan dan menidakkan yang kita adalah sesuatu dalam kehidupan.


~salam indah
LavenderWind







**flickr